Ribuan Warga Padati Dermaga Danau Kerinci, Festival Budaya Kerinci 2026 Resmi Ditutup

Ribuan Warga Padati Dermaga Danau Kerinci, Festival Budaya Kerinci 2026 Resmi Ditutup

JAMBICORNER.COM, KERINCI - Ribuan warga memadati kawasan Dermaga Danau Kerinci dengan antusiasme luar biasa saat penutupan Festival Budaya Kerinci Tahun 2026, Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya daerah sekaligus mendorong pengembangan pariwisata budaya Kabupaten Kerinci.

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si, secara resmi menutup rangkaian Festival Budaya Kerinci 2026 yang selama pelaksanaannya menghadirkan beragam kegiatan seni, tradisi, adat istiadat, kuliner, serta atraksi budaya khas Kerinci.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia penyelenggara, para pelaku seni dan budaya, tokoh adat, komunitas masyarakat, peserta, sponsor, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival tersebut.

Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan yang menjadi wadah untuk menampilkan kekayaan tradisi dan potensi budaya daerah.

Menurut Monadi, Kabupaten Kerinci tidak hanya memiliki keindahan alam yang luar biasa, tetapi juga menyimpan warisan budaya bernilai tinggi yang menjadi kebanggaan sekaligus kekuatan dalam membangun karakter masyarakat.

“Festival ini harus menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang mampu memperkuat citra Kabupaten Kerinci, baik di tingkat Provinsi Jambi, nasional, bahkan internasional,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Bupati Monadi menegaskan bahwa di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi, pelestarian budaya daerah harus menjadi perhatian bersama. Generasi muda diharapkan mampu mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki daya saing serta kreativitas, tanpa kehilangan jati diri dan kebanggaan terhadap budaya sendiri.

Ia mengajak para orang tua, tokoh adat, alim ulama, guru, lembaga pendidikan, komunitas seni, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewariskan kebudayaan kepada generasi penerus.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengenalkan bahasa daerah, kesenian tradisional, kegiatan adat, serta menanamkan nilai-nilai luhur masyarakat Kerinci, seperti kesantunan, gotong royong, musyawarah, dan penghormatan kepada sesama.

Selain pelestarian budaya, Bupati juga menekankan pentingnya pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Kemajuan ekonomi dan peningkatan kunjungan wisatawan, menurutnya, harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan nilai-nilai adat yang diwariskan oleh para leluhur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci, Jamal Penta Putra, dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Festival Budaya Kerinci 2026 berjalan dengan baik. Pelaksanaan festival tersebut turut didukung oleh antusiasme masyarakat yang tinggi.

Selama festival berlangsung, berbagai kegiatan digelar untuk menampilkan kekayaan seni, tradisi, dan identitas budaya masyarakat Kerinci. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Pameran Budaya, Balei Dahin, Kerinci Dimunarai, Atraksi Seni dan Budaya, Kuliner Dahin, Mewarnai Budaya, Pameran Benda Budaya, Kerinci Bakaritah, lomba membiag kopi telur, serta Pacu Biduk.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, seniman, budayawan, dan komunitas lokal untuk menampilkan potensi budaya yang dimiliki daerah. Selain menjadi sarana pelestarian tradisi, kegiatan itu juga berperan dalam memperkenalkan identitas budaya Kerinci kepada masyarakat yang lebih luas.

Membludaknya pengunjung di kawasan Dermaga Danau Kerinci pada acara penutupan menjadi gambaran tingginya partisipasi dan dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan kegiatan pelestarian serta promosi budaya daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci, Jamal Penta Putra, dalam laporan pelaksanaan kegiatan menyampaikan bahwa seluruh rangkaian Festival Budaya Kerinci 2026 berjalan dengan baik. Pelaksanaan festival tersebut turut didukung oleh antusiasme masyarakat yang tinggi.

Selama festival berlangsung, berbagai kegiatan digelar untuk menampilkan kekayaan seni, tradisi, dan identitas budaya masyarakat Kerinci. Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Pameran Budaya, Balei Dahin, Kerinci Dimunarai, Atraksi Seni dan Budaya, Kuliner Dahin, Mewarnai Budaya, Pameran Benda Budaya, Kerinci Bakaritah, lomba membiag kopi telur, serta Pacu Biduk.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat, seniman, budayawan, dan komunitas lokal untuk menampilkan potensi budaya yang dimiliki daerah. Selain menjadi sarana pelestarian tradisi, kegiatan itu juga berperan dalam memperkenalkan identitas budaya Kerinci kepada masyarakat yang lebih luas.

Membludaknya pengunjung di kawasan Dermaga Danau Kerinci pada acara penutupan menjadi gambaran tingginya partisipasi dan dukungan masyarakat terhadap penyelenggaraan kegiatan pelestarian serta promosi budaya daerah.

Suasana penutupan Festival Budaya Kerinci 2026 semakin semarak dengan penampilan tari tradisional khas Kerinci yang memukau masyarakat. Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara yang menampilkan kekayaan seni dan tradisi lokal.

Kemeriahan kemudian berlanjut melalui hiburan khas Kerinci dalam kegiatan Rentak Busamo. Kegiatan ini mengajak masyarakat untuk menikmati sekaligus merayakan kekayaan seni budaya daerah secara bersama-sama.

Rentak Busamo turut dimeriahkan oleh Tim Rentak Busamo Kudo Kelabu dari Desa Sungai Renah, Kecamatan Kayu Aro Barat. Penampilan kelompok tersebut menambah semarak suasana penutupan sekaligus memperlihatkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi serta kesenian lokal.

Berakhirnya Festival Budaya Kerinci 2026 tidak hanya menandai selesainya rangkaian kegiatan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya agar tetap hidup, lestari, dan dikenal oleh generasi mendatang.

Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap Festival Budaya Kerinci dapat terus berkembang menjadi agenda promosi pariwisata budaya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui penyelenggaraan festival ini, pelestarian tradisi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya mempererat persaudaraan, memperkuat identitas daerah, serta menjaga kelestarian alam dan nilai-nilai adat Kerinci.(*)