Ketua DPRD Provinsi Jambi Tanggapi Pertanyaan Masyarakat tentang Program Makan Bergizi Gratis

Ketua DPRD Provinsi Jambi Tanggapi Pertanyaan Masyarakat tentang Program Makan Bergizi Gratis

Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah (Jambicorner.com/Toni Sandra).

JAMBICORNER.COM, JAMBI – Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz Fattah, mengungkapkan bahwa banyak masyarakat yang mempertanyakan dampak langsung dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya apakah program ini akan menyentuh kehidupan mereka secara langsung, baik dalam hal penyediaan bahan baku maupun pembukaan lapangan pekerjaan. Pertanyaan tersebut muncul saat M. Hafiz melaksanakan program reses untuk menyerap aspirasi masyarakat beberapa waktu lalu.

“Saya sampaikan kepada masyarakat, berdasarkan hasil rapat kami beberapa kali membahas program nasional, program ini memang akan langsung menyentuh bahan baku, terutama bagi masyarakat paling bawah,” kata M. Hafiz, Sabtu (16/2/2025).

Menurut M. Hafiz, program MBG ini memang dirancang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan di tingkat lokal. “Program ini diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam mengangkat perekonomian masyarakat, serta membuka peluang kerja di sekitar mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Al Haris, sebelumnya mengungkapkan bahwa penerapan program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Jambi akan dimulai pada 17 Februari 2025. Penerapan tahap pertama akan dilakukan di tujuh titik yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota, di antaranya dua titik di Kota Jambi, satu di Muaro Jambi, satu di Sarolangun, satu di Batanghari, dan dua titik di Tanjung Jabung Barat.

“Kita mengikuti rapat terkait semua persiapan yang menyangkut dengan Makan Bergizi Gratis di Jambi, dan ada tujuh lokasi yang akan dijadikan titik peluncuran pertama pada 17 Februari ini,” ujar Al Haris usai rapat virtual dengan Deputi Dalam Negeri BIN RI pada Selasa (4/2/2025).

Gubernur Al Haris menambahkan bahwa pihaknya akan segera menggelar rapat dengan para Bupati dan Walikota di daerah yang terpilih untuk tahap pertama pelaksanaan program MBG. “Kami akan rapat dengan Bupati dan Walikota untuk memeriksa kesiapan daerah masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Al Haris menekankan pentingnya data yang akurat agar tidak ada anak yang membutuhkan namun tidak mendapatkan makan bergizi gratis. Ia juga memastikan bahwa persiapan dari segi dapur, tenaga masak, standar gizi, dan bahan baku telah diperhitungkan.

Program MBG ini merupakan bagian dari Program Presiden RI, Prabowo Subianto, dan Provinsi Jambi direncanakan akan masuk pada tahap kedua penerapannya. “Jambi ini masuk tahap kedua, kami sudah mulai mempersiapkan dengan instansi terkait, seperti Korem 042/Garuda Putih,” kata Al Haris, Sabtu (1/2/2025). Meskipun demikian, ia belum mengetahui kapan tepatnya tahap kedua dimulai.

Dalam rangka persiapan tahap kedua, Pemprov Jambi masih bekerja untuk menyelesaikan database penerima manfaat serta pola distribusi yang akan diterapkan saat pelaksanaan nanti. “Kami akan bersinergi dengan Bupati/Walikota untuk pembagian tanggung jawab di setiap jenjang pendidikan,” ujar Al Haris.

Saat ini, diperkirakan ada sekitar 8.000 hingga 10.000 siswa SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Jambi yang akan menerima manfaat dari program ini.