JAMBICORNER.COM, SUNGAI PENUH - Tarif parkir kendaraan bermotor di Alun-alun Kota Sungai Penuh rupanya masih ditemukan harga yang meroket setelah dilakukan penertiban beberapa waktu yang lalu, tak tanggung-tanggung hingga Rp 5 ribu per motor.
Lokasi parkir ini, berada tepat di lokasi Alun-alun Kota Sungai Penuh, atau sebelah barat dari Lapangan Merdeka, depan Museum Kota.
Pantauan dilapangan, pada Jumat 28 Maret 2025, setidaknya ada ratusan motor yang terparkir di lokasi, adapun motor itu merupakan milik warga Kota Sungai Penuh maupun Kabupaten Kerinci yang berlibur menikmati suasana malam.
Berdasarkan keterangan warga kenaikan tarif parkir ini sudah terjadi sejak tanggal 20 Maret atau 10 hari jelang lebaran idul fitri ini. Kenaikan itu berlaku untuk semua kendaran roda dua.
“Ya Rp 5 ribu, dan dibayar langsung,” kata Jopi Setiawan di lokasi, Jumat (28/3/25), sekira pukul 21.00 wib.
Warga mengaku, tidak melihat ada pengawasan dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sungai Penuh, maupun Satpol PP (Satun Polisi Pamong Praja). “Sejauh ini tidak nampak pengawasannya dari pihak terkait. Kita sangat berharap kepada pemkot segera menindak lanjuti,” bebernya.
Menyikapi hal itu, Aktivis Mahasiswa Kerinci Sungai Penuh mempertanyakan kinerja dari Dishub dan Satpol PP yang memiliki pertanggungjawaban dari persoalan ini.
Ia mengatakan, untuk tarif parkir berdasarkan peraturan daerah (Perda) Kota Sungai Penuh Nomor 1 Tahun 2024, tarif parkir untuk kendaraan roda 2 berkisar sekitar Rp 1 ribu, sementara kendaraan roda 4 berkisar Rp 2 ribu.
“Ini tidak bisa dibiarkan, harus segera ditindak lanjuti, ini sudah terang-terangan,” kata Fidlan Eldizan saat di hubungi, Kamis (28/3/25).
Aktivis muda ini berharap dalam waktu dekat ada pengawasan kembali dari pemerintah Kota Sungai Penuh. “Jangan sampai ini mencoreng nama baik untuk pemimpin baru Walikota Sungai Penuh, pak Alfin, akibat kelalaian anak buahnya,” bebernya.
Sementara itu, Kadis Perhubungan Kota Sungai Penuh, Defri belum bisa dihubungi melalui pesan whatsapp untuk mempertanyakan persoalan ini.