JAMBICORNER.COM, JAMBI - Dalam merealisasikan pembangunan ruas jalan tol yang menembus Jalan Lintas Nes, Sungai Duren, Muaro Jambi, atau seksi 4 ini, menimbulkan gejolak ditengah masyarakat.
Pasalnya, jalur yang menjadi lintasan truk atau fuso pengangkut material dari titik penyimpanan material, di kawasan RT 04 Simpang Sungai Duren, Muaro Jambi itu, dipenuhi debu, bahkan sudah menyelimuti rumah warga.
Menurut keterangan warga setempat, tumpukan debu ini akibat kurangnya perhatian dari petugas di lapangan dalam melakukan penyiraman jalan yang rutin.
“Begini kondisinya pak, rumah kami penuh debu,” kata Muwskin - Asmadi warga setempat menyampaikan kepada Wakil Ketua I (Waka satu) DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata saat melakukan sidak di lokasi tersebut, Jumat (1/11/24).
“Ya pak, kalau diingatkan baru mau disiram (Jalur angkutan truk yang membawa material,red),” bebernya.
Butiran debu ini, lanjut warga juga mengancam kesehatan warga (pernapasan/asma). Selain itu juga berdampak terhadap bisnis warga (Warung) sehingga tak beroperasi lagi.
“Ya lh pak, bagaimana mau jualan (banyak tumpukan debu,red), sekarang kami sudah tutup (warung,red),” bebernya.
Dampak selain itu, kata warga, ada sebanyak 4 rumah yang mengalami retak selama pembangunan berlangsung, keretakan tersebut terdapat di bagian dinding ruma.
“Dengan adanya pemadatan tanah, menggunakan alat berat rumah kami serasa seperti digoncang gempa, ini efeknya rumah kami retak, sudah kami sampaikan namun mereka acuh. Adapun untuk keseluruhan sekitar 4 rumah lh,” bebernya.
Merespon keluhan warga, Waka I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata meminta pihak Kontraktor Hutama Karya (HK) Betung Jambi - Tempino, untuk dapat mengevaluasi kinerjanya agar tidak menimbulkan sisi Negatif di tengah masyarakat.
“Jadi dalam pembangunan ini, saya juga memintak kepada pihak Utama Karya betul-betul di evaluasi lah, seperti rutinitas penyiraman, artinya di perhatikanlah masyarakat, saya tengok kadang - kada para pendor ini ada juga yang nakal-nakal,” kata Ivan di lokasi penijauan.
Sementara itu, Junior Project Director Tol Seksi 4 Jambi, Ahmadi menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen dalam pembangunan jalan tol dan menjaga lingkungan.
“Istilahnya sosial dan lingkungan nya akan tetap kita jaga secara kontinyu,” kata Ahmadi.
Ia mengatakan, lokasi gudang material ini sangat diperlukan dalam keberlanjutan pembangunan ruas jalan tol. Ia mengatakan pihaknya bakal melakukan sosialisasi untuk mendengarkan keluhan warga setempat.
“Yang selama ini memang sebagian besar sudah kita koordinasi dengan Rt setempat. Kamai akui memang belum maksimal, nanti untuk itu akan segera kita realisasikan masukan tersebut,” bebernya.
Mengenai penyiraman, pihaknya berjanji bakal melakukan secara rutin. adapun penyiraman ini semestinya dilakuka sebnyak 4 samapi 5 kali dalam satu hari.
Sementara mengenai rumah warga yang retak, pihaknya bakal melakukan pengecekan dan pendataan terlebih dahulu yang dilakukan oleh tim di lapangan. “Nati di lapangan kita akan turunkan untuk datang ke yang punya rumah (masyarakat,red),” bebernya.